Inilah Tim Impian Manchester Versi Ian Wright

Paul Scholes berduel dengan Yaya Toure. (Foto: Getty Images)LONDON – Tahun ini penduduk Manchester boleh berbangga. Pasalnya, dua tim asal kota kebanggaan mereka, Manchester City dan Manchester United menjadi penguasa Premier League. Bahkan, hingga laga terakhir, keduanya masih bersaing memperebutkan gelar juara.

Hal itu menarik perhatian legenda Arsenal Ian Wright untuk membentuk tim impian yang berasal dari dua tim asal Manchester. Inilah para pemain yang dianggap Wright tepat untuk mengisi tim terbaik di Manchester, sebagaimana dilansir The Sun.


Sebagian besar orang membicarakan kehebatan lini depan City yang hingga kini telah menjaringkan 90 gol di ajang Premier League. Namun, keberhasilan City juga tidak terlepas dari penyelamatan-penyelamatan gemilang Hart sehingga, saat ini, City baru kebobolan 27 kali di Premier League.


Di posisi bek kanan, ada Zabaleta yang berhasil menyingkirkan Micah Richards di tim utama City. Tusukan-tusukan pemain berkebangsaan Argentina itu kerap membahayakan lawan-lawan yang dihadapinya.


Posisi bek tengah menjadi milik kapten City ini karena ia menjadi tembok kuat di lini pertahanan The Citizens. Selain itu, ia juga memiliki kemampuan mencetak gol ke gawang lawan. Hingga kini, ia telah mencetak 3 gol di Premier League, salah satunya ia lakukan ke gawang Manchester pada Derby terakhir.


Meski sudah memasuki usia 33 tahun, ketenangannya di lini pertahanan United kerap membantu rekan-rekannya yang masih muda. Ia pun selalu menjadi pilihan utama Sir Alex Ferguson untuk berduet dengan Jonny Evans.


Selanjutnya, ada Evra yang perannya tak tergantikan di sisi kiri pertahanan United. Pemain yang menjabat wakil kapten ini juga masih berbahaya dalam menyisir sisi kiri lapangan dan kerap memenangi duel sprint dengan lawan-lawannya.


Setelah cedera panjang karena patah tulang engkel kaki pada 2010, Valenicia menunjukkan kembali aksinya pada mulai pertengahan musim ini. Aksi paling memukaunya ialah ketika mencetak gol ke gawang Blackburn Rovers pada awal April lalu.


Tak bisa dipungkiri, mantan pemain Barcelona ini menjadi elemen penting bagi permainan City sepanjang musim ini. Posisi asli Toure merupakan gelandang bertahan, namun ia kerap membantu penyerangan dan tak jarang ia mencetak gol. Di musim ini, ia telah mencetak 11 gol bagi City di semua kompetisi.


Keputusan Sir Alex Ferguson memanggil kembali Scholes-yang telah menyatakan pensiun-, sempat mengundang pertanyaan. Namun, nyatanya Scholes masih mampu memberikan kontribusi positif bagi permainan United. Sejak kembali memperkuat United di paruh kedua musim ini, ia telah mencetak empat gol.


Posisi terakhir di lini tengah menjadi milik Silva. Ia terbukti menjadi pemain kunci City karena kehadirannya mampu membawa kemenangan demi kemenangan bagi The Citizens. Saat ia absen bermain karena cedera engkel, City mengalami penurunan performa dan meraih hasil-hasil mengecewakan.


Rooney merupakan salah satu ujung tombak tertajam di Premier League. Sejauh ini, ia telah mencetak 26 gol dan hanya kalah dari striker Arsenal Robin van Persie dalam daftar pencetak gol terbanyak Premier League.


Pos penyerang terakhir menjadi milik Aguero. Didatangkan dari Atletico Madrid pada awal musim ini, ia langsung mencuri perhatian pelatih Roberto Mancini sehingga selalu menempati posisi di tim inti.
(fit) stLight.options({publisher:'b847f3a4-e695-414e-b3c3-11a67607a605'});(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1"; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);}(document, 'script', 'facebook-jssdk'));