Korea Memanas, Rupiah Hadapi Tekanan

Memanasnya hubungan Korea Utara dan Korea Selatan akan berimbas pula pada pergerakan nilai tukar rupiah. Dalam beberapa hari kedepan, rupiah diprediksi akan menghadapi tekanan.


"Dalam seminggu ke depan, rupiah mungkin akan mengalami tekanan melemah terhadap dolar AS dengan adanya ketidakpastian di Eropa serta munculnya ketegangan militer baru di Korea," jelas Anton Hendranata, ekonom Bank Danamon dalam ulasan perekonomian mingguannya, yang dikutip Rabu (24/11/2010).

Anton menjelasan, secara rata-rata, selama seminggu yang lalu rupiah melemah 0,65% terhadap dolar AS. Namun demikian, pelemahan rupiah relatif rendah dibandingkan dengan pelemahan mata uang regional. Rupee dan won mengalami pelemahan yang cukup signifikan, masing-masing sebesar 1,88% dan 1,83%. Pelemahannya, jauh di atas rata-rata indeks mata uang Asia yang hanya 0,63%.

Ia menambahkan, dalam tiga bulan terakhir sejak Agustus 2010, walaupun rupiah relatif stabil terhadap dolar, analisa nilai tukar rata-rata tertimbang atau REER menunjukkan nilai rupiah cenderung melemah terhadap mata uang negara-negara mitra dagang Indonesia.

"Sehingga bila dolar AS kembali melemah terhadap mata-mata uang global, rupiah masih memiliki ruang untuk menguat terhadap dolar tanpa mengorbankan daya saing ekspor Indonesia," ujarnya.

Namun Anton memperkirakan dalam seminggu ke depan, Rupiah mungkin akan mengalami tekanan melemah terhadap dolar AS dengan adanya ketidakpastian di Eropa serta munculnya ketegangan militer baru di Korea.

Konflik antara Korsel dan Korut plus krisis utang di Irlandia memang telah membuat dolar AS kembali menguat atas euro.

Pada perdagangan Selasa di bursa AS, euro melemah ke level 1,3364 dolar, dibandingkan sebelumnya di level 1,3622 dolar. Namun dolar AS melamah atas yen ke posisi 83,16 yen, dibandingkan sebelumnya 83,29 yen.

"Dolar AS menguat karena pelaku pasar mencari tempat investasi yang aman setelah Korut menembakkan artilerinya ke Korsel dan berlanjutnya kekhawatiran terhadap krisis di Eropa," ujar analis dari Brown Brothers Herman seperti dikutip dari AFP.

Pada perdagangan Selasa kemarin, nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level 8.985 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 8.930 per dolar AS.

Sementara pagi ini rupiah dibuka langsung melemah ke level 8.990 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 8.985 per dolar AS.

Sumber