Anak Ruyati Sempat Tolak Santunan BNP2TKI

BEKASI- Kedatangan perwakilan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan pihak asuransi yang akan memberikan bantuan sempat ditolak keluarga almarhum. Kehadiran mereka justru memancing amarah keluarga Ruyati.

Keluarga mengatakan, keluarga tidak mengharapkan bantuan keuangan namun berharap jenazah almarhumah ibundanya dipulangkan. Bahkan seorang anak almarhum mengancam pemerintah akan langsung tidur setelah membayar nyawa ibunya dengan uang.

Teriakan kekecewan pihak keluarga almarhum Ruyati terjadi saat pihak PJTKI, BNP2TKI pusat dan pihak asuransi mendatangi rumah Ruyati di Kampung Ceger RT 02/03 Sukadarma Sukatani Kabupaten Bekasi Senin (20/6/2011).

Selain itu pihak keluarga menganggap pengacara yang diandalkan untuk mengurusi kasus Almarhum Ruyati juga tidur. Akibat kelalaian dan keteledoran pengacara, Ruyati harus meninggal.

Hingga saat ini keluarga masih pesimistis bila pemerintah bisa atau menunjukkan pemakaman Ruyati. Keluarga meminta ke pemerintah agar melihat langsung dan memeluk jasad almarhum.

Kendati demikian, akhirnya pihak keluarga  bersedia menerima bantuan dari PJTKI BNP2TKI dan pihak asuransi dengan total uang Rp97 juta dan diberikan jaminan akan membawa pulang jenazah.
(Tedi Suteja/Global/ugo)Sent from Indosat BlackBerry powered by