Bisnis Bensin Eceran

Setidaknya informasi tentang tidak berubahnya harga jual eceran tersebut bisa didapat dari Press Release yang dikeluarkan oleh Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.
Menurut press release tersebut, berdasarkan monitoring dan evaluasi perkembangan harga minyak mentah dan harga produk BBM di pasar dunia selama satu bulan menunjukkan kecenderungan meningkat. Tetapi hal tersebut tidak mempengaruhi keputusan untuk juga menaikkan harga jual BBM tertentu dengan pertimbangan perkembangan kondisi keuangan negara, dan kegiatan sektor riil serta

membaiknya nilai tukar Rupiah. BBM tertentu yang tidak mengalami kenaikan harga adalah minyak tanah (kerosene), bensin premium dan minyak solar (gas oil) untuk keperluan rumah tangga, usaha kecil, usaha perikanan, transportasi dan pelayanan umum.Menurut bang Hendra yang saya wawancarai,bensin eceran sudah menjadi pekerjaan tetap bagi saya,cukup untuk kebutuhan kelangsungan hidup,walaupun saya belum menjalani rumah tangga,Ujar bang Hendra.Terhitung mulai pukul 00.00 waktu setempat tanggal 15 April 2009 ditetapkan bahwa harga jual eceran BBM tertentu, masih tetap mengacu kepada Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1 tahun 2009, tanggal 12 Januari 2009 tentang Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak Jenis Minyak Tanah (Kerosene), Bensin Premium dan Minyak Solar (Gas Oil) untuk Keperluan Rumah Tangga, Usaha Kecil, Usaha Perikanan, Transportasi dan Pelayanan Umum, yaitu untuk Bensin Premium sebesar Rp. 4.500,- (empat ribu lima ratus rupiah) per liter, Minyak Solar (Gas Oil) sebesar Rp. 4.500,- (empat ribu lima ratus rupiah) per liter dan Minyak Tanah (Kerosene) sebesar Rp. 2.500,- (dua ribu lima ratus rupiah) perEksistensi seorang penjual bensin eceran tidak bisa dianggap sebelah mata oleh siapapun, bahkan oleh PT. Pertamina (Persero) sekalipun. Mengapa? Sebab kerja keras penjual bensin eceran adalah untuk mendekatkan ketersediaan bahan bakar bensin; salah satu sumber energi alat transportasi yang dibutuhkan oleh mayoritas masyarakat kita, di kota hingga ke pelosok desa bahkan sampai ke perkampungan nelayan yang terpencil. Meski penjual bensin eceran bukan karyawan PT Pertamina (Persero), mereka sudah menjadi bagian dari ujung tombak kerja keras pertamina yang tidak lain adalah dalam menyediakan sumber energi bagi masyarakat kita. Mengapa muncul fenomena penjual bensin eceran? Jawaban Pertama: Keberadaan SPBU Pertamina Sebagai Pusat Penyediaan Bahan Bakar Termasuk Bensin, Tidak Sebanding Dengan Daya Jangkau Masyarakat. Yang dimaksud dengan daya jangkau masyarakat adalah tingkat aksesibilitas masyarakat yang variatif secara geografis ke tempat dimana bensin tersedia dan bahan bakar lain tersedia, yaitu SPBU. Perseorangan, swasta maupun PT Pertamina (Persero) sendiri, tidak mungkin membangun SPBU di pelosok desa yang jaraknya puluhan bahkan ratusan kilometer dari pusat kota. Rata-rata, SPBU dibangun di jalur tansportasi yang strategis dan ramai lalu lintas. Jawaban Kedua: Tingkat kebutuhan masyarakat terhadap bahan bakar bensin semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kuantitas masyarakat pengguna alat transportasi, mobil, sepeda motor, dan perahu nelayan. Ambil contoh: kalau kepemilikan kendaraan bermotor berupa mobil mungkin masih dimiliki oleh masyarakat perkotaan, kepemilikan sepeda motor yang berbahan bakar bensin sudah sangat banyak kita temui di pelosok-pelosok desa. Mereka itulah konsumen bensin eceran yang enggan membeli bensin di SPBU yang lokasinya jauh berada di kota. Jawaban Ketiga: Menjadi penjual bensin eceran mungkin hanya sampingan, bukan pokok, untuk melengkapi barang-barang jualan lainnya. Dengan sedikit untung, penjual bensin eceran telah mendekatkan bahan bakar bensin kepada masyarakat. Penjual bensin eceran sudah memperpendek jarak tempuh masyarakat pedesaan agar sepeda motornya tetap bisa jalan untuk memutar roda kehidupan. Di kampung saya satu liter bensin seharga 7.000. Takarannya Pasti Pas satu liter dan bebas dari campuran apapun. Istilahnya bensin murni. Dengan nilai beli 4.500, penjual bensin eceran mendapatkan keuntungan 2.500 rupiah. Cukup tiga jawaban atas pertanyaan mengapa fenomena penjual bensin eceran bermunculan? Kita Untung, Bangsa Untung. Pertamina Untung, Penjual Bensin Eceran Juga Untung. Pertamina pernah memiliki slogan Selalu Hadir Melayani. Kalau kini beralih slogan Kerja Keras Adalah Energi Kita, maka penjual bensin eceran juga sudah kerja keras mendekatkan produk pertamina (bensin) ke masyarakat di pelosok desa hingga ke perkampungan nelayan terpencil; sesuatu yang belum mungkin dilakukan langsung oleh Pertamina. Kalau Pertamina blusukkan ke hutan belantara bahkan ke tengah laut untuk mencari sumber energi, itu pasti.