Calon Pimpinan KPK Minim Diduga Takut DPR

JAKARTA - Minimnya peserta calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mendaftar ditengarai karena mereka khawatir saat menjalani fit and proper tes akan diintervensi oleh DPR. 
Anggota Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan KPK, Imam Prasojo khawatir, usaha jemput bola yang dilakukan pansel gagal karena ada dugaan para calon takut melaporkan kekayaan dan diobok-obok


"Khawatir ada yang tidak bersedia kekayaan diungkap dan takut diobok-obok DPR," ujar Imam kepada wartawan di Gedung Dewan Pers
Jakarta, Senin (13/6/2011).

Menurut Imam, bila ada calon yang tidak mau mendaftar karena alasan tersebut justru harus dicari tahu alasan tidak ingin mendaftar. Dia khawatir bila ke depan KPK dipimpin oleh orang yang tidak berkualitas.

"Harus digali kenapa tidak mau daftar. Kalau tidak nanti bisa diisi oleh orang-orang yang tidak sesuai kapasitas. Harapan orang-orang yang masuk sesuai kualitas," tutur sosiolog ini.

Imam mengatakan bahwa rekrutmen calon pimpinan KPK sesuatu yang penting. Sehingga upaya menjemput bola dirasa perlu.

"Kita ingin kasih warning kalau kita tidak bisa bujuk calon yang baik akan bahaya," ungkapnya.

Sebetulnya, lanjut Imam, tidak ada kewajiban pansel untuk melakukan jemput bola, hal itu dilakukan semata-mata inisiatif pansel untuk menjemput bola.

"Mendorong semua orang punya potensi mau mencalonkan," katanya.

Imam berharap beberapa hari ke depan ada orang berkualitas yang mendaftarkan diri untuk menjadi calon pimpinan KPK.

"Harapan kita the last minute orang berkualitas bisa mendaftar," katanya.

(opx)Sent from Indosat BlackBerry powered by