Doa untuk Ruyati Terus Mengalir

JOMBANG- Doa untuk almarhumah Ruyati terus mengalir. Tak hanya tahlil yang digelar di depan Istana Negara, Jakarta, ratusan mahasiswa di Jombang, Jawa Timur juga mengirimkan doa untuk TKI yang dipancung di Arab Saudi itu.

Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bahrul Ulum di Tambak Beras, Jombang, menggelar salat Gaib dan doa bersama. Mereka mendoakan agar Ruyati diberi tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Para mahasiswa juga berorasi secara bergantian mengecam kelambanan Pemerintah dalam menangani TKI yang terjerat kasus hukum, terutama di Arab Saudi.

Setelah menggelar salat Gaib mereka berorasi serta mengumpulkan dana serta sejumlah barang berharga untuk disumbangkan kepada keluarga Ruyati.

Dalam orasi, mahasiswa menilai, kasus yang menimpa Ruyati merupakan kelemahan Pemerintah dalam memonitor setiap TKI yang berkasus.

Mahasiswa juga mengkritisi sistem hukum di Arab Saudi. Ruyati dihukum pancung karena membunuh majikannya. Padahal penyebab pembunuhan tersebut karena Ruyati sering dianiaya majikannya.

Meila, salah seorang mahasiswa mengungkapkan, Pemerintah Australia saja sangat tegas dengan menghentikan ekspor sapi. Hal itu dilakukan sapi-sapi dari Australia disembelih dengan cara tidak wajar. Sementara TKI yang dianiaya adalah manusia.

Karena itu mahasiswa mendesak agar pemerintah segera menangguhkan pengiriman TKI ke negara kaya minyak itu. Mahasiswa juga mendesak Pemerintah segera memulangkan jenazah Ruyati ke Tanah Air.

(Mukhtar Bagus/SUN TV/ton)Sent from Indosat BlackBerry powered by