JAKARTA- Ancaman hukuman mati menanti para tenaga kerja Indonesia di berbagai negara. Eksekusi mati terhadap Ruyati binti Sapubi harus dijadikan pelajaran berharga bagaimana Pemerintah melindungi warga negaranya di luar negeri.
Pakar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana mengatakan, tindakan tegas pemerintah perlu dilakukan agar Pemerintah Kerajaan Arab Saudi lebih sensitif terhadap nasib para TKI di negara itu. Kasus kekerasan kerap kali mendera para Pahlawan Devisi itu.
“Apalagi bila otoritas Arab Saudi tidak serius dalam melakukan proses hukum, bahkan cenderung melindungi warganya yang melakukan kekejaman terhadap para TKI,” ungkap Hikmahanto dalam rilis yang diterima okezone, Minggu (19/6/2011).
Upaya pendampingan bagi para TKI yang bermasalah saja belum cukup. Dia mencontohkan, bagaimana sikap tegas Australia saat membela warganya dalam kasus penyelundupan narkoba di Bali. Mereka lolos dari hukuman mati dalam kasus yang dikenal dengan Bali Nine itu.
“Pemerintah harus melakukan apa yang dilakukan Pemerintah Australia yang melakukan berbagai daya upaya dalam melindungi warganya. Pelaku penyelundupan narkoba yang dikenal sebagai Bali Nine, misalnya, saat ini terbebas dari jeratan hukuman mati karena upaya Pemerintah Australia melakukan lobi dan upaya hukum di Indonesia,” terang Hikmahanto.
Jika tidak, lanjut dia, masyarakat akan bertanya-tanya mengapa Pemerintah Indonesia tidak dapat berlaku sama seperti Australia atas perlakuan otoritas Arab Saudi terhadap TKI.
“Ke depan dalam rangka perlindungan TKI, pemerintah tidak cukup dengan melakukan pendampingan bantuan hukum ketika TKI sedang dirudung masalah hukum,” tegasnya.
(ton)Sent from Indosat BlackBerry powered by