DEPOK - Lusilawati (15), asisten kepala kantor perusahaan kompor gas Niko Tecstar, Nova Nur Yudi Handayani, akhirnya berhasil melewati masa kritisnya.
Lusi sudah sadar tadi pagi setelah dioperasi di RS Sentra Medika, Depok, pascaditusuk di bagian perutnya.
Lusi beruntung karena berhasil selamat dari peristiwa pembunuhan di ruko tempat Nova bekerja. Ia adalah saksi kunci yang mengetahui motif, kronologis, hingga identitas pelaku pembunuhan yang diduga kuat adalah karyawan Nova dan kenal dengan Lusi.
Karena itu hingga kini sejumlah polisi masih mengawasi dan menjaga Lusi 24 jam di ruang ICU. Sejak semalam, keluarga Lusi mulai mengunjungi remaja itu.
Ibunda Lusi, Oom menuturkan setelah lulus SMP, Lusi memang langsung mencoba untuk bekerja di Depok bersama Nova. Lusi pun diajak oleh kerabatnya yang tinggal di wilayah Bogor hingga akhirnya Lusi bekerja di tempat Nova.
“Baru sepuluh hari kerja disana, saya syok saat mendengar berita ini, bersyukur Lusi masih selamat, masih belum bisa makan, tapi sudah boleh minum,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (17/06/11).
Menurut Oom, selama bekerja di tempat Nova, Lusi sempat bercerita bahwa tugasnya adalah mencatat kompor gas yang masuk dan keluar. Lusi pun tinggal bersama Nova di mess karyawan di lantai dua ruko perusahaan.
“Selama bekerja di Depok anak saya tinggal di mess, pernah cerita katanya bosnya baik, karena itu saya tak menyangka mendengar kabar seperti ini,” tuturnya.
Meski sudah sadar, hingga kini Lusi belum dapat dimintai keterangan. Kondisinya masih lemas dengan luka tusuk di perut sebelah kiri, sementara Nova tewas dengan luka lima tusukan.
(lam)Sent from Indosat BlackBerry powered by