Tak Disubsidi, Tarif Commuter Line Mahal

JAKARTA- Bagi warga yang biasanya menggunakan jasa perjalan kereta api bersiaplah merogoh kocek lebih banyak. Pasalnya, kebijakan pemerintah membuat pola operasi baru atau singgle operastion kereta api berdampak pada kenaikan harga.

PT KA Commuter Jakarta sebagai operator mematok tarif KRL ekonomi-AC Rp9 ribu untuk perjalanan jalur Bogor yang sebelumnya Rp4.500 dan Rp8 ribu untuk perjalanan jalur Serpong, Tangerang, dan Bekasi sebelumnya Rp4.500 dan Rp5.500.

General Manager Corporate Secretary PT KCJ Makmur Iktiyarsyah Saheran tidak membantah kenaikan tarif tersebut. Namun menurutnya, kenaikan tarif sudah disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 dan 34 Tahun 2011 tentang tarif kereta api.

"Untuk menghitung tarif sudah disesuaikan dengan cost biaya SDM dan biaya operasionalnya, apalagi ini produk baru jadi sudah disesuaikan," ujarnya di Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, Sabtu (18/6/2011).

Sayangnya, belum ada jaminan secara pasti masyarakat akan mendapat pelayanan dan fasilitas maksimal dari kenaikan tarif tersebut. Makmur mengatakan sementara ini pihaknya akan meningkatkan pelayanan di bidang informasi, kamera CCTV yang sebelumnya hanya ada dua di setiap stasiun akan dipasang menjadi empat.

Petugas keamanan juga akan ditambah. Jika sebelumnya setiap rangkaian kereta ada empat petugas akan ditambah menjadi delapan. Untuk menambah rangkaian kereta api, Makmur mengaku pihaknya masih terkendala minimnya pasokan listrik. "Sekarang baru ada 86 megawatt, sementara butuh 100 lebih megawatt itu yang harus diusahakan ke pemerintah," ungkapnya.

Kata dia, pihaknya juga akan bekerja sama dengan instansi terkait untuk menyaring berapa banyak masyarakat yang tidak mampu membayar tarif baru. Menurutnya, pemahaman mampu dan tidak mampu berbeda-beda maka perlu dirumuskan bersama untuk menentukan subsidinya.

"Masyarakat mampu dan tidak mampu akan diselesaikan bersama. Mulai tahun depan kalau diizinkan kita akan keluarkan e-ticketing ada id  number sendiri. Kalau pemerintah menghendaki ada masyarakat yang tidak mampu, mekanisme dari Menkokesra dan kami akan distribusikan tiket," cetusnya.
(ram)Sent from Indosat BlackBerry powered by