Tanah Longsor di Cianjur, 3 Orang Tewas

CIANJUR- Tiga dari tujuh orang warga Desa Girimukti, Kecamatan Pasirkuda, Cianjur Selatan, Jawa Barat, tewas tertimbun longsor.

Ketiga korban tewas tersebut adalah Isad (32), warga Kampung Cinagrog, Desa Girimukti; Panun (52); dan Aca (55), warga Kampung Ciismun, RT 03/03, Desa Girimukti. Sementara korban selamat yakni Edi (37), H Amir (58), Apud (56), dan Ucu (55), warga Kampung Ciismun, RT03/03, Desa Girimukti.

Informasi di lapangan menyebutkan, peristiwa terjadi tadi siang sekira pukul 12.00 WIB. Saat itu tujuh warga tengah kerja bakti menggali tanah untuk membuat saluran pengairan sawah.

Saat pekerjaan hampir rampung, tebing setinggi 7 meter runtuh dan menimbun tujuh orang. “Tebing itu tiba-tiba saja longsor dan menimbun teman-teman. Empat orang termasuk saya berhasil lari, tapi tiga orang terjebak dan tertimbun tanah,” kata Edi (37) di lokasi, Rabu (22/6/2011).

Dia bersama korban selamat lainnya langsung menggali tanah untuk mencari korban yang tertimbun. Namun, karena timbunan tanah tersebut cukup tinggi, sekira 1 meter, maka evakuasi berlangsung lama.

“Longsoran yang menimbun tiga teman kami cukup tinggi. Kami sulit untuk mengevakuasi karena peralatan kami hanya cangkul,” jelasnya.

Setelah 1 jam, akhirnya tiga korban berhasil diangkat dalam kondisi korban sudah tidak bernyawa. Ketiga korban dibawa ke rumah masing-masing. Tak lama kemudian petugas Puskesmas setempat datang ke rumah korban.

“Kondisi ketiga jasad tidak luka, namun hanya kehabisan oksigen karena tertimbun cukup lama,” jelas Kepala Puskesma Girijaya, Kecamatan Pasirkuda, Cianjur Selatan, Tuteng.

Sementara itu Kepala Desa Girimukti Dede Rahmat menyampaikan rasa prihatin atas musibah tersebut. Menurut Dede, kerja bakti untuk membuat pengairan sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu.

“Saluran air itu sepanjang 3 kilometer dari saluran sungai Cibuni. Karena melintasi beberapa kampung, maka pekerjaannya cukup lama. Kerja bakti tersebut juga dilakukan atas inisiatif warga,” ungkapnya.

Atas musibah ini, pihaknya menghentikan kerja bakti. Sementara, ketiga korban langsung dikebumikan di tempat pemakaman setempat. Rencananya pihak desa akan memberikan sumbangan kepada korban.

“Secara pribadi kami juga akan memberikan santunan kepada korban. Kami juga akan ajukan ke BPBD, karena ini adalah bencana alam,” ungkapnya.

(Ricky Susan/Koran SI/ton)Sent from Indosat BlackBerry powered by