Psy-War Malu-Malu Kucing

Logo IPL (foto:Ist)MAKASSAR - Kesebelasan PSM Makassar kembali berpanggung dalam laga kontra PS Semen Padang (SP) sebagai pertandingan lanjutan kompetisi Indonesian Premier League (IPL), Minggu (15/1/2012).

Jelang tanding, kedua kubu mengungkapkan pernyataan diplomatis berupa rasa saling respek atas ukuran kekuatan tim satu sama lain.

Kendatipun tidak secara eksplisit, sebagai perang urat-syaraf, masing-masing petinggi kontingen dari kedua kesebelasan nyata-nyata mengharapkan pemain mengatasi lawannya dalam partai besar esok di Stadion Mattoanging, Makassar.

"PSM diperkuat para pemain muda yang bagus dan mampu bermain cepat.
Tim ini legenda sepakbola Indonesia. Jadi kami tentu sangat waspada," jelas Manajer SP Asdian kepada wartawan, Sabtu (14/1/2012).

Asdian menyambung, lapangan Mattoanging telah diuji coba pemainnya pagi tadi dan dinilai kondisinya layak pakai. Dia mengekspektasi cuaca saat laga dihelat nanti juga akan mendukung peragaan permainan dari kedua kesebelasan agar enak ditonton.

"Beberapa tahun terakhir main di Makassar kami memperoleh hasil yang bagus," tambah Asdian seraya mengingatkan bahwa dua musim lalu SP berhasil mencapai promosi ke level atas Liga Indonesia setelah menjalani play-off di kandang Pasukan Ramang.

SP diawaki 20 pemain sejak Selasa (10/1) lalu telah tiba di Makassar. Ihwal itu jadi vokal poin yang digarisbawahi pelatih PSM Petar Segrt kepada pers.

"Kedatangan lima hari pratanding menunjukkan lawan mempersiapkan diri sangat serius. SP bukan hanya memiliki pemain yang bagus namun juga punya pelatih dan manajemen yang baik," ujar Segrt sambil mengimbuhkan laga PSM vs SP akan berjalan ketat.

Walaupun mengaku pusing ditinggalkan gelandang jangkarnya Srecko Mitrovic yang minggat ke klub Cina, peracik taktik berkebangsaan Kroasia itu menyebar prinsip optimis mengenai kegigihan para pilar mudanya di skuad Juku Eja untuk menjinakkan Kabau Sirah.

"Bila pemain muda PSM besok bekerja keras, hasil terbaik pasti kami peroleh," tutup Petar.

Meski cuma implisit, layaknya dua pribadi yang menjunjung tinggi nilai-nilai ketimuran, seluruh komentar dari Manajer Semen Padang dan pelatih PSM seperti awal tabuhan bunyi genderang perang menuju kick-off di big-match IPL 2011/12 akhir pekan ini. Mereka Asdian dan Segrt telah mainkan kodenya dalam perang urat syaraf yang malu-malu kucing ala sepakbola khas klub-klub Indonesia.(acf)