Ilustrasi penangkapan terduga teroris.
JAKARTA - Terduga teroris yang ditangkap di daerah Kemayoran, Jumarto, berasal dari Purbalingga berkartu Tanda Penduduk (KTP), Cilandak, Jakarta Selatan.
Hal itu diungkap tetangganya, Yanto (53), saat ditemui wartawan di sekitar TKP, Jalan Panca III, RT 12/01, Kelurahan Serdang, Jakarta Pusat, Sabtu (11/6/2011).
Yanto menjelaskan, Jumarto berusia sekitar 25-30 tahunan, berambot gondrong dikuncir, kurus tak berjanggut, dan berkumis tipis.
"Jumarto biasa saja, enggak berjanggut. Dia ngontrak sama Bu Warsini, istrinya almarhum Pak Tukiman," tutur Yanto.
Yanto juga menceritakan, bahwa tak ada yang spesial dari Jumarto. Selain berdagang, Jumarto juga biasa mengojek. "Dia biasanya pergi ngojek pagi pulangnya malam," lanjutnya.
Saat ditangkap, menurut Yanto, Jumarto tak melawan. Dia dikepung orang berpakaian preman dengan menggunakan sepeda motor tanpa atribut.
"Pokoknya pakaian preman semua, dikepung dari semua arah dan enggak ada perlawanan," terang Yanto.
(hri)Sent from Indosat BlackBerry powered by