JAKARTA - Warsini, pemilik kontrakan di Kemayoran, tak percaya Jumarto adalah seorang teroris. Dia yakin pria asal Purbalingga itu adalah orang baik-baik.
“Dia tuh orangnya ramah, suka ke masjid, kalau malam Jumat sering ngaji. Dia itu baik, saya enggak nyangka dia jadi teroris," ungkap Warsini di rumahnya, Sabtu (11/6/2011).
Jumarto ditangkap oleh Densus 88 di Jalan Panca III, RT 12/01, nomor 14, Keluruhan Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, kemarin. Warsini bahkan sempat menanyakan kepada petugas, alasan kejahatan yang dilakukan Jumarto. "Ini narkoba apa teroris? Dia (polisi) malah nyuruh saya diam," ceritanya.
Dia juga menerangkan, sebelumnya tidak ada konfirmasi dari pihak polisi. Dia juga mengaku hingga saat ini belum diperiksa polisi terkait ini. "Enggak ada konfirmasi, saya juga belum ditanyain," tukasnya.
Kemarin terjadi penggerebekan di Jalan Panca III, RT 12/01, No 14, Keluruhan Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat. Hari ini polisi kembali lagi ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengambil beberapa barang bukti. Termasuk tiga bilah golok, dua buah kardus, dan satu unit motor Honda Supra Fit bernomor polisi B 6916 BCM.
(ful)Sent from Indosat BlackBerry powered by