Menjaga downline dan mendukungnya sampai ke pintu gerbang kesuksesan adalah sebuah keharusan yang dilakukan oleh upline maupun leader. Tanpa kesuksesan downline, jangan berharap mendulang kesuksesan di MLM.
Downline-orang yag diajak bergabung atau disponsori, tak ubahnya “perusahaan-perusahaan” yang Anda miliki. Lewat mereka omset penjualan/pembelian akan terbentuk. Makin besar omsetnya, kian besar pula bonus yang akan mengalir ke rekening. Maka, sebagai upline maupun
leader, tugas Anda menjaga “perusahaan” itu sehat, tidak keropos. Caranya, ya tidak lain memberikan dukungan, pelatihan dan motivasi.
Pertanyaannya, bagaimana memberikan dukungan tersebut ? Mudah saja. Anda hanya diminta membantu downline di level pertama, kemudian mengajarkan mereka membantu level pertamanya. Disinilah Anda harus punya sistem yang 100% bersifat dukungan. Ini bisa terjadi, jika Anda memiliki metode yag bekerja untuk Anda. Lalu tunjukkan pada level pertama bagaimana mereplikasi metode tersebut. Akhirnya, yang paling penting, Anda harus dapat mengajarkan level pertama. Begitu seterusnya.
Sebagai contoh, sebuah perusahaan yang punya program 5 level. Anda memulainya dengan 10 orang di level pertama. Maka jumlah downline di level ke lima, mencapai 100 ribu (10x10x10x10x10). Tak bisa di sangkal, ini model matematis yang sempurna, dan seperti tidak mungkin terjadi. Tapi, jika Anda punya sistem yang bagus dan dapat diterapkan, bukan mustahil bakal tercapai : di mana setiap orang mengajak dan membina 10 orang frontline masing-masing.
Lantas, bagaimana jika di anatara mereka tidak aktif ? Jangan takut. Carilah terus prospek yang untuk menggantikan mereka yang tidak aktif menjadi aktif. Sampai akhirnya, target punya 10 downline yang aktif tercapai. Jangan pula pernah berhenti sebelum mencapai tujuan tersebut. Ingat, begitu Anda memperoleh 2 orang di level pertama, Anda akan membantu downline untuk mengisi level pertama mereka. Nah, selama mengisi level pertama, upline akan membantu Anda. Akhirnya, yang terjadi, upline membantu Anda, Anda membantu diri sendiri, dan Anda membantu downline. Semua terjadi bersamaan. Ini bisa jadi bahan pertimbangan, sebelum memutuskan berapa banyak orang yang Anda inginkan menjadi level pertama.
Tak hanya itu saja. Juga buatlah target berapa lama Anda mengisi level pertama. Disinilah pentingnya menyediakan waktu untuk mencapainya. Lalu, jagalah motivasi downline Anda jangan sampai redup. Berikut langkah-langkah menjaga downline tetap enjoy dan termotivasi :
1. Promosikan Peluang Bisnis
Ada berbagai jenis “pembayaran” di MLM, diatur dalam marketing plan. Pelajari itu dengan detail. Ingatlah, jika seseorang sudah bergabung, pada dasarnya punya kemampuan untuk membeli produk. Ini akan membuat omset penjualan/pembelian dalam jaringan. Dijamin keuntungan akan diperoleh. Tanpa adanya omset, bonus tidak akan di peroleh. Umpamanya, bila punya 1.000 downline, tetapi tidak seorang pun membeli produk, Anda tidak akan memperoleh apapun. Jadi, hasil sponsoring akan sia-sia.
2. Dorong downline rajin sharing
Lihat, jika Anda dan downline rajin melakukan sharing – baik face to face maupun menggunakan media, seperti telepon, internet, surat menyurat, peluang merekrut downline lebih terbuka. Jadi, teruslah “menjual” peluang bisnis maupun kualitas produk pada orang lain (prospek).
3. Duplikasikan leadership
Ini tanggung jawab Anda. Ini paling penting diajarkan pada downline. Jika ini dilakukan akan menghasilkan lebih banyak kepemimpinan, hingga mendorong downline level pertama menduplikasikannya pada downline mereka di level pertama. Kalau itu terjadi, saatnya bagi Anda menolong dan mengajarkan pada “orang baru”. Cara tercepat dan terbaik melakukan ini dengan membawa surplus kepemimpinan pada setiap member yang baru direkrut.
4. Tetap “berhubungan” dengan level pertama
Bila Anda mensponsori seseorang, usahakan tetap mengadakan kontak dengan mereka, entah melalui telepon, internet, surat menyurat dan sebagainya. Ini membuat mereka merasa diperhatikan. Anda melakukan ini dengan dua alasan. Pertama, menimbulkan keyakinan pada mereka bahwa bisnis ini akan berhasil bila melakukan perekrutan dan menjadikannya aktif. Jadi, jika mereka punya kesulitan, bantulah. Jangan biarkan mereka sendirian. Sebab, apa yang mereka kerjakan, pada dasarnya buat Anda juga.
Kedua, jika ingin meningkatkan income menjadi aktif, Anda harus menggantikannya dengan “orang baru”. Pekerjaan utama Anda adalah tetap menjaga level pertama. Jika salah satu level melemah, lupakan dia, dan segera gantikan dia dengan orang lain. Kita harus berpikir pada keberhasilan.
5. Kerjasama
Katakan saja Anda punya 10 downline aktif di level pertama. Tidakkah indah, jika mereka secara kolektif mengadakan kerjasama ? Misal, menggelar acara di sebuah gedung atau hotel. Ataupun juga membuat sebuah iklan di koran lokal maupun nasional. Jika ini dilakukan, Anda dan downline bisa merekrut dalam waktu relatif singkat.
