PEKALONGAN- Pascapenggerbekan dan penggeledahan terduga teroris di Pekalongan, Jawa Tengah, beberapa hari terakhir, warga Pekalongan hari ini dihebohkan penemuan tas mencurigakan.
Tas hitam ditemukan tadi subuh sekira pukul 04.30 WIB di depan pintu masuk STO Telkom di Jalan Pemuda atau dekat Taman Hiburan Rakyat (THR).
Tas ditemukan seorang penarik becak bernama Sobirin, saat melintas di depan pintu STO Telkom. Dia langsung melaporkan temuan itu ke pos polisi yang tidak jauh dari lokasi.
Petugas melakukan pengamanan dan memanggil Tim Penjinak Bom (Jibom) dari Brimob Polda Jateng yang bertugas di Pekalongan. Sekira pukul 06.30 WIB Tim Jibom meledakkan tas tersebut.
Setelah diurai ditemukan sebuah bungkus plastik bertuliskan ‘Racun Bahan Berbahaya’, sejumlah pakaian, serta sepatu.
Kapolres Pekalongan AKBP Tony Harsono di lokasi mengatakan paket masih dalam penyelidikan kepolisian. “Diduga tersebut jatuh dari mobil,” ungkap Toni, Jumat (17/6/2011).
Akibat kejadian ini arus lalu lintas di jalur Pantura selama 2 jam dialihkan. Pengendara yang biasanya melewati Jalan Merdeka-Pemuda-KH Mansyur dialihkan melalui Jalan Gadjah Mada menuju KH Mansyur.
Peristiwa ini menjadi perhatian warga. Ratusan orang berkerumun menyaksikan Tim Jibom meledakkan tas tersebut.
Pekalongan merupakan salah satu daerah di Jawa Tengah yang menjadi perhatian terkait tokoh teroris. Pada 2005, empat warga Pekalongan divonis terkait peristiwa Bom Bali I dan II. Mereka adalah Azis Samah, Fathurrrahman, Imam Buhkori, dan Fatah Yasin yang sudah dijatuhi vonis.
Penggerebekan terbaru, Densus 88 Antiteror menangkap Hari Kuncoro alias Joko Suseno dan Sugeng Setiyo Aji yang ditangkap pada Kamis malam pekan lalu.
(Suryono/RCTI/ton)Sent from Indosat BlackBerry powered by