BOGOR - Respons keras yang ditunjukkan publik Indonesia atas pelaksanaan hukuman pancung terhadap TKI Ruyati binti Satubi pada Sabtu 18 Juni lalu, masih dalam koridor kewajaran.
Omar, warga Riyadh, Arab Saudi, menyatakan dirinya dapat memahami sikap rakyat Indonesia. "Kami mengerti perasaan rakyat Indonesia, yang kami tahu majikan yang dibunuh (Ruyati) memiliki gangguan kejiwaan atau gila,” ujar Omar saat berlibur di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/6/2011).
Dia juga menyesalkan sikap beberapa koleganya di Arab Saudi yang memperlakukan semena-mena warga Indonesia yang bekerja di sana. Tak sepatutnya mereka diperlakukan bak hamba sahaya, karena sejatinya mereka juga manusia. “Saya juga punya pekerja orang di Indonesia di Arab," pungkas Omar.
Dalam kesempatan ini perangkat Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Bogor, Jawa Barat, melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah vila yang dijadikan tempat berlibur warga Arab.
Sidak dilakukan menyusul keresahan warga Arab yang sedang berlibur di kawasan Puncak sebagai imbas dipancungnya TKW Ruyati. Sidak dipimpin Kepala Desa Tugu Utara Jajat Sudrajat. Sidak dimulai dari warung kaleng. Satu persatu tempat pembelanjaan warga Arab dikunjungi. "Kami menanyakan kondisi terakhir mereka saat berlibur,” ujar Jajat.
Setelah Warung Kaleng, beberapa vila yang dijadikan tempat menginap warga Arab juga disidak. Di vila tersebut kades menanyakan kembali kondisi warga Arab. Kedatangan aparatur desa sempat membuat terkejut warga Arab, namun setelah menjelaskan maksud kedatangan mereka memakluminya.
(Endang Gunawan/Global/ful)Sent from Indosat BlackBerry powered by