JAKARTA - Ketua Badan Nasional Pengiriman dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Jumhur Hidayat, mengusulkan agar pola pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) harus diubah.
Menurutnya, timbulnya masalah pada TKI ini dikarenakan banyaknya TKI yang tinggal satu atap bersama dengan majikannya. Sehingga rentan terjadinya perilaku yang tidak baik oleh majikannya.
"Pengiriman TKI keluar ini modelnya yang harus diubah. Mereka tidak lagi live in, tapi live out. Mereka jadi tinggal di asrama agar mudah dikontrol," ujar Jumhur Hidayat dalam diskusi yang diadakan oleh DPP Demokrat di Gedung DPP Demokrat, Jakarta, Selasa (21/6/2011).
Jumhur mengatakan, para TKI yang banyak mengalami masalah dan sering dipublikasikan yaitu TKI yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga.
"Di Malaysia itu pekerja asal Inonesia yang bekerja sebagai nonrumah tangga sebesar 80 persen. Sebanyak 20 persen di rumah tangga dan yang yang banyak bermasalah dan sering diekspos ke publik itu dari pekerja rumah tangga," terang Jumhur.
Jumhur mengatakan, dengan adanya sistem live out atau tinggal di luar rumah majikan ini bisa mengoptimalkan pemberlakuan dari Undang-Undang Ketenagakerjaan.
"Yang mengerikan adalah UU Ketenagakerjaan itu berhenti sampai di pagar rumah majikan tersebut. Tidak bisa masuk. Jadi kalau live out, kita bisa atur dan lindungi dengan UU Ketenagakerjaan," tandansnya.
(lam)Sent from Indosat BlackBerry powered by