Kata Maaf Masih Jauh dari Mulut Suarez

Foto: Bagi Luis Alberto Suarez Diaz, tak ada alasan baginya untuk berkata maaf/ ReutersLIVERPOOL – Kendati sudah disarankan FA untuk meminta maaf secara resmi kepada media dan Patrice Evra, Luis Suarez tetap belum memperlihatkan gelagat untuk mengikuti saran FA itu. Bahkan Suarez tetap bersikeras merasa tidak bersalah.

Suarez yang dituduh berkata rasis, tetap membela diri meski sudah dikenai denda dan skorsing. Alibi Suarez, kata ‘negro’ yang terucap hanyalah kata biasa yang normal dikatakan orang banyak di negaranya, Uruguay dan negara-negara lain yang memiliki bahasa Spanyol sebagai bahasa nasionalnya.

Bomber berbanderol 23 juta pounds itu buka suara lagi, karena masih terusik akan sejumlah pembicaraan mengenai dirinya di kalangan umum maupun media, soal tuduhan rasis yang dikenakan padanya.

“Tidak pernah, saya ulangi, tidak pernah saya memiliki masalah rasial dengan rekan setim atau individu lain yang berbeda ras dan warna kulit dengan saya. Tidak pernah,” tegas Suarez kepada Daily Star, Rabu (4/1/2012).

“Saya sangat kesal dengan segala pembicaraan yang ada dalam beberapa pekan ini tentang saya. Semua jauh dari kenyataan. Tapi yang terpenting, saya sangat marah karena merasa tidak berdaya untuk melawan apa yang sebenarnya tidak saya lakukan,” lanjutnya.

“Di negara saya, kata ‘negro’ umum digunakan. Kata ini bukan untuk mengurangi respek atau mengarah pada tindakan rasis. Berdasarkan hal ini, semua yang ada di khalayak umum tidak benar adanya,” sambung Suarez.

Suarez merasa bersalah, bukan atas vonisnya, melainkan kepada para Liverpudlian dan segenap personel klub, karena beban delapan larangan bertanding.

“Saya menyesal kepada fans dan para rekan setim karena tidak akan bisa membantu mereka sampai bulan depan. Momen ini menjadi masa-masa sulit saya,” tuntas Suarez.